Minggu, 07 Juli 2013

Menggenapkan

Selasa 25 Juni beberapa minggu lalu (bisa jadi) salah satu hari yang special buat saya selama bergaul dengan “absurd-er” SIGI Makassar. Setelah sempat vakum beberapa minggu karena kesibukan kuliah, akhirnya pada hari itu dengan info yang dadakan, saya memutuskan untuk datang dan bertemu dengan teman-teman Sahabat Indonesia Berbagi Mks.
Pukul 17.00, saya berangkat dengan beberapa ke khawatiran. Khawatir dengan macet yang parah di sekitar Adipura dan juga sedikit khawatir akan bertemu dengan SIGiers. Mereka bukanlah orang baru dalam lembaran saya. Tapi, karena vakumnya saya beberapa waktu yang lalu membuat saya sedikit merasa awkward bertemu mereka. Hal yang sering terjadi jika saya baru bertemu dengan seseorang lagi, meskipun kami sangat akrab.
Sekitar pukul 17.30, saya sudah berada di kastil. Beruntung sekali, saya tidak terjebak macet parah. Melihat tidak ada tanda-tanda SIGiers dilantai 1, sayapun segera menghubungi Kak Adry. Sigiers yang menyuruh saya datang untuk menghadiri rapat hari itu. Tak berselang lama, kak Adrypun turun dan membuka pagar untuk saya dan kak Kiky, yang juga baru saja tiba. Dan seperti biasa, kak Kiky melemparkan beberapa joke tentang saya dan Kak Adry. Yah, bukan Kak Kiky kalau tidak menggoda saya dengan Kak Adry. Hahaha. Dalam hati, saya bersyukur karena Kak Kiky sedikit mencairkan suasana awkward saya.
“Senang melihatmu, Little sist” tegur kak Kiky setelah kami berdua memarkirkan motor. Aku tersenyum membalas teguran kak Kiky. Kami bertigapun segera naik menuju lantai 3. Saya membuka pintu kastil dengan degup jantung yang tak beraturan. Melangkah masuk dan masih dengan awkward tingkat dewa. Tapi, semuanya seketika hilang ketika hampir semua SIGIers menyapa dengan ramah plus senyum. “Eh,, ada Ratih, darimana?” sapaan pertama hampir semua SIGIers ketika melihatku. Sapaan yang biasa, namun menurutku special. Beberapa SIGiers yang mengatakan kalau senang melihat saya datang, membuat semua ke khawatiran saya hilang entah kemana.
Terus terang saja, dulu saya pernah berfikir tentang posisi saya dimata mereka. Pertanyaan tentang Mungkinkah saya menggenapkan? Ataukah saya mengganjilkan? Adakah diantara mereka yang menginginkan saya untuk hadir?  Selalu berputar dikepala saya. Namun, setelah melihat apa yang terjadi hari itu, saya sangat bersyukur karena sepertinya saya menggenapkan mereka. Apalagi ditambah dengan wall Kak Fathe’ (salah satu Sigiers yang sudah sangat lama saya kenal) ke Facebook saya yang berisi pesan ingin bertemu. Beberapa komentar SIGIers pada wall itu juga cukup membuat saya yakin kalau masih ada orang yang senang dan ingin bertemu dengan saya. :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar