Sabtu, 17 Agustus 2013

Jangan remehkan struk belanja

Kemarin pagi, saya disuruh ibu untuk pergi membeli popok dan roti buat keponakan saya. Karena pada saat itu masih jam 09.00 pagi dan toko kecil dekat rumah saya masih tutup, maka saya memutuskan untuk belanja di Alfamart yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Setiba di alfamart, saya segera mengambil pesanan ibu yaitu Roti tawar 2 bungkus, popok sweety 1 bungkus, dan 3 kotak susu ultra ukuran sedang. Setelah semua lengkap, sayapun ke kasir untuk segera melakukan pembayaran. Dikasir, saya dibuat sedikit menunggu dengan alasan bahwa computer untuk scan harganya masih harus mengkopi data dari computer yang disebelahnya. Saya yang saat itu tidak sedang terburu-buru akhirnya menunggu. 5 menit kemudian, salah seorang pegawai Alfamart (Laki-laki) lainnya keluar dan menuju computer scan. Laki-laki itu bertanya ke pegawai pertama (perempuan) dan pegawai pertama yang tengah mengkopi data menyuruh Pegawai Laki-laki untuk menscan belanjaan saya, berhubung dibelakang saya pelanggan lain juga sedang menunggu. Akhirnya semua belanjaan saya discan, dan Pegawai Laki-laki tersebut mengatakan kalau total harga yang harus saya bayar yaitu RP 53.300. mendengarnya, jujur saja saya sedikit kaget. Dengan item yang tidak banyak itu, saya memperkirakan kalau belanjaan saya tidak akan lebih dari 50.000. akhirnya, sayapun mengeluarkan uang sejumlah 60.000. Pegawai laki-laki tersebut mengembalikan 6.300 tanpa menyertakan struk belanjaan saya. Melihat, dikantongan tidak ada struk sayapun meminta struk saya. Dan, betapa kagetnya saya, ternyata item belanjaan saya bertambah. Saya hanya membeli 2 bungkus roti namun yang terhitung 3 bungkus. Sayapun masuk dan menanyakan hal tersebut. Pegawai perempuan yang pertama tadi, meminta struk saya dan mengecek ulang. Pegawai laki-laki yang melayani saya tadi, mengatakan kalau dia tidak melakukan kesalahan. Namun, sayapun bersihkeras mengatakan kalau roti yang saya ambil Cuma 2. Pegawai perempuan itu memohon maaf dan menyuruh saya untuk mengambil roti 1 bungkus lagi. Disinilah emosi saya mulai sedikit naik. Sayapun mengatakan, “kalau saya sudah cukup membeli dua bungkus. Kenapa harus mengambil satu bungkus lagi. Yang satu bungkus lagi mau saya apakan?” Pelanggan lain yang kebetulan juga sedang berbelanja seakan melihat ke pegawai laki-laki seakan ingin bertanya apa yang terjadi. Pegawai perempuan itu akhirnya mengecek kembali data dikomputer mereka dan Akhirnya, mengembalikan uang saya namun tidak full seharga roti tersebut. Roti tersebut seharga Rp 8.300 namun yang dikembalikan hanya Rp 5.300. Jujur saja saya sedikit agak kecewa dengan solusi tersebut dan terlebih lagi sangat kecewa dengan Pegawai laki-laki tersebut yang bukannya meminta maaf malah mengumpat saya dengan menggunakan bahasa daerah Makassar. Meski tidak yakin betul dengan artinya, namun saya sangat yakin kalau Pegawai tersebut mengumpat saya. Karena pegawai perempuan yang memberikan solusi kepada saya, seakan berusaha kuat untuk mengalihkan perhatian saya dari Pegawai laki-laki tersebut.
Sesampai dirumah, sayapun kembali memperhatikan struk belanjaan saya. Dan betapa kagetnya saya (lagi), ternyata seharusnya kembalian saya (yang pertama sebelum protes) Rp 11.300 karena adanya potongan-potongan harga dari Alfamart terhadap item belanjaan saya. Pegawai laki-laki itu menipu saya dengan hanya mengembalikan uang saya Rp 6.300.  -_-

Kejadian diatas bukanlah yang pertama buat saya. Saya setidaknya sudah mengalami sekitar 5 kali “penipuan” kecil dari Alfamart baik itu Alfamart Takalar ataupun Makassar. Pernah juga sekali di Alfamart Makassar, saya dan kakak saya berbelanja hanya sebuah sabun cair refill dan sebuah handbody ukuran sedang, namun kami harus membayar lebih dari Rp 50.000. Sayangnya pada saat itu kami lupa mengambil struk belanjaan. Dan pada saat masuk lagi mengecek harga yang sebenarnya, seharusnya belanjaan kami tidak lebih dari Rp 35.000.

Saya menulis cerita ini sekedar ingin menyampaikan kepada teman-teman untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti pada saat berbelanja di swalayan khususnya Alfa. Terkadang, jika tidak memperhatikan dengan baik harga yang terpasang di rak akan berbeda dengan harga yang tercetak distruk. Ataupun, terkadang seperti yang saya alami, pegawai Alfa me-mark-up harga yang seharusnya kita bayar. Karena setahu saya, Alfa selalu memberikan beberapa diskon di beberapa item barangnya. Untuk itu, saya menyarankan kepada teman-teman untuk lebih teliti dan berusahalah untuk selalu menjadi pembeli cerdas serta jangan anggap remeh struk belanjaan Anda. ?

Selasa, 13 Agustus 2013

Ramadhan 2013



Libur ramadhan kali ini bisa dibilang sangat berbeda dengan libur lebaran beberapa tahun kemarin. Libur ramadhan kali ini tak sepenuhnya kuhabiskan dirumah. Beberapa nilai yang tertunda membuat minggu pertama Ramadhanku dihiasi dengan kesibukanku bolak-balik Makassar-Takalar. Tak setiap hari, hanya sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Meski demikian, cukup membuat seluruh tulangku serasa remuk. Menghabiskan 4 jam dijalan dalam sehari sungguh sangat melelahkan. Hehehe

Selain permasalahan kuliah, ramadhan kali ini juga berbeda karena berkumpulnya ponakan-ponakanku. 3 ponakan yang masih Balita sungguh sangat merepotkan. Setiap hari rumah hanya bertahan rapi selama 5 jam. Selebihnya akan menjadi kapal pecah. Dimana-mana berantakan –minus kamarku yang memang terlarang bagi anak kecil-. Selain berantakan, pasukan bodrex (panggilan buat sekumpulan bocah-bocah. hehehe) juga selalu membuat keributan. Ribut masalah makananlah, masalah minumanlah, atau bahkan masalah sepele yaitu berkelahi hanya karena perebutan pangkuan Ba’baku (Kakek mereka.). Hampir setiap hari aku (terpaksa) membentak hanya agar mereka diam. Dan hampir setiap hari pula aku mengkhawatirkan puasaku. Hahaha. Takut puasanya tidak diterima karena suka ngomel. Hehehehe

Di ramadhan ini pula, aku merayakan ulang tahunku dengan mengadakan buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat terdekat dan juga dengan anak Panti Asuhan An-Nur Rahmah. Buka puasa kali ini sedikit berbeda. Kedatangan pacar sepupuku Aan membuat seluruh keluarga rebut bukan main. Aku dan 4 orang saudara serta sepupuku tidak henti-hentinya membully Putri (Pacar Aan). Kedekatan kami dengan Aan membuat kami tidak sungkan mengerjai mereka berdua. Satu hiburan lucu melihat sepupuku kikuk ketika diwawancarai dengan Kakak serta Tante-tanteku. Hahaha.. 

Di akhir ramadhan ini, mungkin juga bisa dibilang sedikit special (?). Di jumat terakhir ramadhan, something happen to my Family especially my Father. Almost every people say that is shit day in this year, except me. Cause until now, I really don’t know what the “real happen”.  I always thinking Friday is a great and best day ever. Friday is a God day for me. But, that Friday really different. That Friday make me to think again about anything. That Friday Suddenly make my dreams broken. Really don’t know what should I do. I think I want give up but my heart say don’t. -_-


*bahkan keegoisanku, (mungkin) tak akan mampu membuat mimpi dan keinginanku tercapai. Jika saja ada setitik lubang cahaya, (mungkin) aku bisa mengubahnya.

Teruntuk diriku yang masih sangat awam, labil, dan mudah putus asa :
#kehilangan menandakan bahwa setumpuk kebahagiaan sedang dipersiapkan untuk kita. 
#Sesungguhnya kehilangan membuat kita semakin yakin bahwa semua ini bukan milik kita melainkan Milik-Nya.
#Teruslah berdoa, karena kebaikan selalu menyertai kita.
#Kondisi ini, kuharapkan mampu membuatku bangkit dan memperbaiki semuanya.
#(Insya ALLAH) Aku adalah salah satu bagian yang akan memperbaiki kondisi ini.
#Yakinlah diriku, (Insya ALLAH)  pasti ada jalan menuju Tanah Jawa. :D


p.s  : Bahasa Inggris saya sangat buruk. :P