Selasa, 03 Desember 2019

Resensi - Sabtu Bersama Bapak



Minggu, 01 Desember 2019, saat sunyi perlahan tertelan bising kendaraan, kumulai membaca sebuah Novel karya Adhitya Mulya. Novel lama namun baru bagiku.

Sabtu Bersama Bapak

Cerita dimulai dengan kehidupan Satya dan Cakra Garnida yang harus kehilangan Bapaknya, Gunawan Garnida diusia mereka yang masih sangat muda. Gunawan Garnida mengidap penyakit kanker dan divonis hanya berumur satu tahun sejak hasil diagnosa kankernya keluar. Dalam masanya menunggu sang ajal, Gunawan Garnida telah menyiapkan seluruh kebutuhan keluarganya sehingga keluarganya tidak susah dan kekurangan sepeninggalnya. Tak terkecuali dengan menyiapkan beberapa rekam video “cerita kehidupan” untuk menemani kedua anaknya tumbuh hingga dewasa.

Video-video cerita kehidupan yang disiapkan Gunawan Garnida ternyata mampu menjadi lilin penerang bagi kedua anaknya. Satya Garnida, seorang suami juga ayah dari tiga orang putra sangat terbantu dengan rekaman video Bapaknya. Di saat keharmonisan keluarganya mulai dihantui beberapa masalah, Satya Garnida mendapatkan jalan pulangnya setelah menonton kembali video Bapaknya. Dalam pesan-pesan yang disampaikan Bapaknya, Satya Garnida pun bertekad memperbaiki hubungannya dengan anak dan istrinya. Satya sadar bahwa kehadirannya sebagai suami yang penyayang dan Bapak yang dekat dengan anaknya sangatlah penting, sehingga Ia berusaha keras untuk memperbaiki semuanya.

Berbeda nasib dengan Satya Garnida, Cakra Garnida diceritakan sebagai pria yang kurang laku. Meskipun sudah menjabat sebagai Deputy Director Cakra Garnida tetap low profile. Dalam usahanya mencari pasangan hidup, Cakra Garnida bertemu dengan seorang pegawai baru di kantornya yang bernama Ayu. Namun kesan buruk yang ditinggalkannya membuat Ayu menjaga jarak dengan Cakra. Dalam keputusasaannya, Cakra Garnida pun akhirnya memilih mengikuti saran Ibunya untuk melakukan kencan buta bersama seorang perempuan anak dari teman Ibunya. Tak disangka bahwa perempuan tersebut adalah Ayu, anak baru yang sudah menolaknya secara halus. Perkenalan yang dilakukan Cakra dan Ayu hanya berjalan sehari namun Cakra mampu membuat Ayu terkesima dengan pemikiran-pemikirannya yang berbeda. Pemikiran yang didasari dari ajaran-ajaran Bapaknya melalui video yang Cakra tonton setiap Sabtu. Hal itulah yang membuat Ayu jatuh hati dan memilih Cakra sebagai calon suaminya.

Novel dengan tema berat (menurut saya) ini mampu dikemas Adhitya Mulya dengan renyah. Tidak selalu serius, bumbu-bumbu cerita lucu pun turut diberikan Adhitya Mulya. Saya tidak menyangka dapat menghabiskan novel ini dalam waktu kurang dari lima jam. Ceritanya sangat menarik sehingga membuat saya selalu penasaran pada kejutan lembar berikutnya.

Kelak nanti semoga saya pun dapat bertemu dengan sosok Suami dan Ayah anak saya yang akan senantiasa berpikiran seperti Gunawan Garnida, Cakra Garnida dan Satya Garnida.


Selamat membaca!!!!

Minggu, 19 Mei 2019

Let's Change!


Judul                    : Let’s Change!
Author                 : Prof. Rhenald Kasali
Halaman            : 278 halaman
Penerbit             : Buku Kompas, February 2014

Lets Change, sebuah buku yang berisikan kumpulan tulisan Prof. Rhenald yang mengisi surat kabar Harian Kompas. Buku ini menceritakan bagaimana sebuah perubahan selalu mungkin terjadi. Bagi saya, buku ini adalah komposisi lengkap. Tidak hanya membahas perubahan dari segi manajerial, Prof. Rhenald mengulas kasus-kasus yang memungkinkan perubahan terjadi dari segala sisi. Ekonomi, politik, pariwisata, pendidikan, sosial masyarakat, dan leadership.  
Bagi saya, bagian paling menarik dalam buku ini adalah bahasan soal pendidikan. Prof. Rhenald sukses membahas masalah-masalah pendidikan di tahun 2009-2013 namun masih relevan dengan kondisi saat ini. Membaca bagian ini, saya berkaca bagaimana pola pendidikan saat ini yang masih saja menjadikan “status juara” sebagai sebuah tujuan. Prof. Rhenald membuka mata saya dengan menjelaskan bahwa pendidikan seorang anak tidak hanya diperoleh dari sekolah saja, lebih dari itu keterlibatan orang tua dan lingkunganlah yang akan mencetak anak-anak yang hebat. Di bagian ini, Prof. Rhenald juga mengkritisi soal raport anak-anak sekolah yang tidak memberikan penjelasan kebutuhan sang anak sehingga orang tua pun mengalami kebingungan dalam menentukan arah mendidik anaknya.
Selain bagian pendidikan, saya juga menyukai bagian Sosial Masyarakat yang dibahas melalui beberapa contoh kasus oleh Prof. Rhenald. Meskipun beberapa tulisan tersebut ditulis pada tahun 2006-2013, tapi contoh kasus yang ada masih cukup relevan dengan kondisi saat ini. Pada bagian ini dibahas contoh-contoh kasus masyarakat yang konsumtif yang lebih mementingkan berutang hanya karena faktor gengsi atau mengejar prestise. Tanpa disadari hal inilah yang menjadi pintu awal terjadinya korupsi, kolusi, nepotisme dan kriminalitas.
Pada akhir bagian ini, Prof. Rhenald memberikan contoh bagaimana sosok Bung Hatta yang sederhana sehingga membuat orang di sekitarnya kala itu segan untuk menampakkan kekayaannya. Contoh yang diangkat oleh Prof. Rhenald ini mengingatkan saya pada sebuah cerita Manager saya tentang salah satu General Manager (GM) di kantor kami. Ketika beliau menjabat sebagai GM Induk kami, handphone (hp) beliau hanya Blackberry seri jadul. Padahal saat itu, seri iPhone 8 dan Samsung Note sudah marak dipasaran.  Saya pun dalam kesempatan bertemu beliau dan melihat hpnya saat itu sering bergumam, “sekelas GM kok hapenya jadul”. Suatu ketika ada seorang pegawai yang bercanda mempromosikan iPhone 8 dan Macbook kepada beliau. Pegawai ini kemudian menanyakan apakah Pak GM ada niatan untuk mengganti gadgetnya ke seri terbaru saat itu. Jawaban beliau kala itu mengagetkan orang-orang. Beliau menjawab “Sekelas GM itu adalah role model. Kalau GM-nya menggunakan Macbook dan iPhone, pasti pegawai di bawahnya juga akan berlomba menggunakan barang yang sama. Saya tidak ingin bawahan saya merasa perlu mengimbangi atasannya”. Jawaban yang didasari sifat kerendahhatian. Cerita tersebut tersebar di seluruh unit kantor kami dan membuat malu para manager unit yang tanpa segan memamerkan gadget keluaran terbarunya.

Selamat membaca :)