Minggu, 10 November 2013

Seminggu yang Lalu


Ah, lama tak bercuap-cuap ria ditempat ini. 


Aku ingin bercerita padamu sekarang. 2 minggu kemarin bisa dibilang minggu sibuk dan bahagia bagiku. Selepas Ujian Meja D3, aku langsung ngebut abis-abisan menyelesaikan tanggung jawabku di SIGI yang sempat tertunda. Sudah kuceritakan sebelumnya tentang team acara ku kan? Yah,, bersama mereka dan yang lain juga tentunya, kami menyelesaikan dan mensukseskan acara setahun SIGi Makassar yang dirangkaikan dengan Gathering Nasional SIGi Regional lainnya 3 November 2013 atau lebih tepatnya seminggu yang lalu. 

Seminggu yang lalu.. Yaaa.. Seminggu yang lalu. Dihari yang sama. Aku dan teman-temanku akhirnya dengan lancar bisa mensukseskan gathering nasional SIGi. Berangkat dari niat kecil untuk bertemu dengan teman-teman lain, kami berhasil mengadakan sebuah acara besar dengan mendatangkan 3 perwakilan SIGi Regional luar Makassar dan juga mengundang 100 Komunitas se Makassar. 

Seminggu yang lalu.. Aku masih ingat betul. Riuh ramai Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan oleh kami dan teman-teman lainnya. Semuanya larut dalam acara. Semuanya senang gembira. 

Seminggu yang lalu. Masih hangat dalam ingatanku. Tawa. Canda. Dan Senyuman menghiasi acara kita. 

Seminggu yang lalu. Masih sangat terasa. Capai yang berujung bahagia. Balasan yang sebanding dengan usaha. Bahkan lebih. Sangat lebih. 


Seminggu yang lalu. Masih sangat jelas suasananya. Hangat kebersamaan yang kalian berikan. Canda tawa yang menghiasi setiap bibir kita. 

Seminggu yang lalu. Aku masih mengingatnya jelas. Aku dan kalian. Satu dalam canda, tawa, cerita penuh arti, penuh makna. 


Seminggu yang lalu. Aku merindukan apa yang pernah terjadi seminggu yang lalu. 

Seminggu yang lalu itu, menyisakan rindu yang mendalam. Menyisakan cerita yang akan kukenang. 
Seminggu yang lalu itu. Akan kukenang. Tersimpan rapi sebagai salah satu hari bahagia nan indah bersama kalian. 
Terima Kasih. Terima Kasih. Dan terima kasihhhh Kaliaaannnn... 


Kalian yang akan sangat kurindukan tiap saat :


*SIGiers  Makassar, Mas Ain, Kak Eno, Kak Adind, Bang Yudh, Intan.*  :D



Rabu, 30 Oktober 2013

Seharusnya

Baca ini yah, "Kamu". 


Hari ini, letih seharusnya menghampiriku. Seharian berkeliling Makassar dan memastikan semua hal nantinya akan berjalan lancar seharusnya membuatku letih dan lelah. Namun, Letih dan lelah itu tak menghampiriku. Padahal apa yang kulakukan hari ini, seharusnya mampu meremukkan seluruh tulang-tulangku. Tapi, tahukah kamu? Mereka bahkan tak menyapaku hari ini. Jika kamu bertanya akan jawabannya? Maaf, aku hanya mampu menjawab (mungkin) hari ini adalah salah satu hari keren bagiku. Keren kenapa? Jawabku, karena seharian ini aku berkeliling, bekerja, dan bergaul dengan orang-orang hebat, kreatif dan keren-keren. Sungguh sebuah keberuntungan bagiku bisa setim dengan mereka. Tak habis ide mereka lontarkan. Dan semua ide itu adalah ide-ide keren, yang untukku masih belum mampu kujangkau. Hahahaha.. Bekerja dengan mereka bagaikan sebuah anugerah buatku yang masih perlu banyak belajar. (mungkin) kata yang tepat hanya : Amazing, Awesome dan Keren yang sanggup kulontarkan. Alasan-alasan seperti inilah yang selalu dan senantiasa membujukku untuk tinggal. Aku tidak ingin kehilangan dalam "mengambil" pengalaman dan pelajaran dari mereka. Jika waktu mengijinkan, biarkanlah aku memperkenalkan mereka padamu. Dan jaminan bagiku, mulutmu hanya akan mengatakan "Amaziingg". Hehehe 

Oia, sudah dulu yaaa.. Revisi dan sejumlah hasil tadi pagi menungguku untuk ngedate. Hahaha 









Senin, 28 Oktober 2013

Kemana saya setelah ini?

Pertanyaan “Kemana saya setelah ini?” kembali mencuat ke permukaan. Pernyataan Ba’ba tadi pagi yang secara halus sudah meminta saya untuk melanjutkan pendidikan ke tanah Jawa cukup keras menghantam perisai saya. Alasan – alasan halus untuk tetap berada disini selama ini, mungkin sudah tidak lagi masuk akal bagi beliau. Disatu sisi, ntah kenapa aku mulai mempertanyakan kepada diriku sendiri tentang situasi yang mungkin akan kutemui jika mengambil keputusan itu.

“Kenapa harus seperti ini?”. “Tidak bisakah aku tetap tinggal saja disini?”. “Disini mau ngapain? Mau lanjut disini yang ada Cuma swasta dan pastinya mahal. Yang negeri tidak sejalan dengan yang sekarang”. “Haruskah lanjut? Atau pilih jalan lain?”. “Kerja atau lanjut dulu?”. “Kalau ke Jawa, Sanggupkah?” tanyaku pada diri sendiri. Sejumlah mimpi yang selama ini menguatkanku untuk melangkah ke tanah Jawa perlahan tergerus oleh pertanyaan yang memintaku untuk tinggal. Dikepalaku berkecamuk banyak hal. Satu sisi, keahlian yang kuinginkan cuma ada di Universitas – Universitas di Jawa. Sementara sisi lain, pertanyaan mampukah aku untuk meninggalkan semua yang ada disini.
“Haruskah kutinggalkan teman-temanku, keluargaku, Barny, dan juga hobiku?”. “Kalau di Jawa kira-kira bisa dapat yang kayak disini ga yah?”. “2 tahun itu lama. Kalau tiba-tiba kangen mereka gimana?”. Pertanyaan demi pertanyaan terus dan terus menggangguku. Aku berada diantara 2 pilihan yang semuanya menjanjikan kesenangan. Jawa adalah mimpiku dan Makassar adalah keluargaku.
Yang mana yang harus kupilih? Sementara waktu terus berjalan dan bulan Februari akan menyapa. Alasan tak logis hanya untuk menunda tak akan mungkin lagi kuberikan pada Ba’ba.

Ah, sudahlah. Sungguh hidup memang penuh dengan persoalan pilihan. Sekali anda memilih, maka anda harus menanggung resikonya..


“Life is about the choice. When you take the choice. You should get the risk” 

Minggu, 27 Oktober 2013

Kamis yang Bahagia

Ah, sudah lama aku tak menyampah disini..

Kali ini aku akan nyampah tentang ujian mejaku yang baru Kamis lalu sudah kulalui.. Hahaha

Pagi itu, Kamis 24 Oktober 2013 akan menjadi salah satu hari yang indah dalam catatan hidup saya. Setelah penantian panjang, dan setelah perjuangan yang melelahkan akhirnya sampai juga saya pada hari dimana segala hasil pemikiran saya disidangkan.

Sehari sebelum hari-H, seperti biasa saya sudah menyiapkan segala kelengkapan yang mungkin akan dibutuhkan saat ujian meja. Materi dan segala macamnya sudah lengkap dalam satu tas dan siap untuk diangkut. Malam harinya, saya malah masih menyempatkan untuk berkunjung ke pondok salah satu teman dan sedikit berlama-lama disana hingga hampir pukul 09.00 malam saya baru memilih untuk beranjak. Tiba dikosan saya memilih untuk langsung istirahat. Smaa sekali tak ada rasa gugup atau deg-degan. Yang ada hanya rasa penasaran dan bahagia yang memuncak akan esok hari.

Pagi harinya, saya terbangun sebelum jam 05.30 dan segera melakukan salat subuh. Dipagi itupun, sama sekali tak ada rasa deg-degan. Malah yang ada saya selalu saja tersenyum melihat diri saya didepan cermin. Dan pada pagi itu saya justru menanyakan diri saya sendiri, "kenapa saya bisa sesantai ini?"

Dan, akhirnya tiba juga. Pukul 14.30 semua penguji memasuki ruangan. Dan tetap saja, saya masih tidak deg-degan. Senyum kesana kemari. Dan memainkan remote proyektor yang ternyata tidak bisa digunakan. Tiba disaat sesi pertanyaan, saya masih merasakan yang namanya sebuah kenyamanan. Tak ada rasa deg-degan apalagi gugup yang berlebihan.

Saya baru bisa merasakannya saat penguji kedua menanyakan perubahan dari meter/detik menjadi kilometer/jam. Demi ALLAH, pertanyaan ini sama sekali tidak terduga oleh saya. Deg. Seketika jantung saya merasakan hantaman kuat. Zona nyaman yang sedari tadi bersama saya, seketika menghilang. Ah, bingung. Sedari dulu saya memang tidak paham betul tentang perubahan kilometer ke meter atau sebaliknya. Saya mencoba mengalkulasi namun tak juga benar. Dan beruntungnya, sang dosen dengan baik hatinya berkata tidak usah dan segera mengganti pertanyaannya. Ah, ingin rasanya berlari dan mengucap beribu terima kasih pada beliau yang mengerti kekurangan saya. Hahahaha

Akhirnya, setelah sejam saya dihujani pertanyaan akhirnya ujian sidang selesai juga. Tinggal menunggu hasil. Dan disini, perasaan nyaman itu kembali menyelimuti saya. Sambil menunggu hasil, saya tidak hentinya membalas ucapan serta doa dari beberapa teman dan juga kakak-kakak saya. 15 menit menunggu akhirnya ujian sidang saya berakhir bahagia dengan hasil yang juga membahagiakan..

*Kamis, 24 Oktober yang bahagia itu akhirnya ditutup dengan kembali berbagi kebahagiaan dengan teman-teman SIGi Makassar. Keluarga kedua buat saya.
*Thanks to ALLAH, Rasulullah, Ba'ba, Ibu, bro and sist, dan semua orang yang senantiasa mendoakan saya.. Gomawo..!


Kamis, 19 September 2013

(Saya) Tidak sedang Jatuh Cinta

“Ratih, falling in love sama siapakah?”
“Ciee, Yang jerawat jatuh cinta?”
“Deh, senyum-senyum terus. Pikirkan siapa?”
Hampir semua orang yang mengenal saya, melontarkan pertanyaan ataupun pernyataan yang sama yang sebenarnya membuat saya heran.  Dari sisi mana mereka sampai menarik kesimpulan sejauh itu. Seperti apa saya saat ini, yang membuat mereka sampai pada titik kalimat seperti itu.
Sampai detik ini saya masih belum mampu mengkalkulasi semua anggapan-anggapan diatas. Sisi mana dalam diri saya yang berubah? Apa karena akhir-akhir ini saya sering tertawa? Ataukah karena seringnya saya melupakan sesuatu yang umum untuk diingat? Ataukah karena mulai akrabnya saya dengan beberapa orang teman lawan jenis?
Saya terus-terusan bertanya kepada diri sendiri. Apa yang sebenarnya membuat mereka sampai berpikiran sejauh itu. Toh, saya bukan tipe orang yang menyembunyikan kebahagiaan. Jika, saat ini saya sedang “bersama” seseorang, sudah tentulah akan saya perkenalkan kepada kalian yang merupakan teman saya.
Saat ini, saya hanya mampu menjawab atau mungkin lebih tepatnya memberikan pernyataan kalau saya tidak sedang Jatuh Cinta atau Falling in love. Jujur saja, saat ini saya sedang berdamai dengan diri saya sendiri. Saya sedang mencoba untuk lebih jauh mengenal diri saya sendiri. Saya sedang berusaha mencari tahu, kemana selanjutnya kaki ini harus dilangkahkan? Saya saat ini kosong, bimbang, dan tidak tahu kemana tujuan. Semua arah bisa jadi tujuan. Tapi, tidak semua arah merupakan Jalan yang tepat.
Hal inilah yang saat ini sedang saya alami yang dengan sekuat tenaga dan pemikiran saya berusaha untuk mendapatkan jawabannya. Bersembunyi dibalik senyuman dan tertawa mungkin lebih tepat untuk saya, dibanding dengan mengatakan kalau saya saat ini sedang falling in love.
Karena dengan tertawa saya bisa sejenak melupakan masalah ini.
Karena dengan tertawa saya bisa sejenak merasa bahagia.
Karena dengan tertawa semua terasa lebih ringan.
Karena dengan tertawa otot pipi saya bisa olahraga.
Karena dengan tertawa, setidaknya saya bisa sejenak mengetahui kalau hidup ini terlalu indah untuk ditertawakan.
Karena, hanya tertawalah satu-satunya tempat persembunyian paling indah didunia ini.

Berhentilah mengatakan saya sedang jatuh cinta..!
Berhentilah suudzon terhadap lawan jenis disekitar saya..!
Berhentilah bertanya atau menduga..!
Karena saya (Ratih Laenk Johor) saat ini, tidak sedang bersama siapapun dan tidak sedang jatuh cinta dengan siapapun..!

“Apakah seseorang harus punya alasan hebat untuk tertawa?” –Ratih Laenk




Sabtu, 17 Agustus 2013

Jangan remehkan struk belanja

Kemarin pagi, saya disuruh ibu untuk pergi membeli popok dan roti buat keponakan saya. Karena pada saat itu masih jam 09.00 pagi dan toko kecil dekat rumah saya masih tutup, maka saya memutuskan untuk belanja di Alfamart yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Setiba di alfamart, saya segera mengambil pesanan ibu yaitu Roti tawar 2 bungkus, popok sweety 1 bungkus, dan 3 kotak susu ultra ukuran sedang. Setelah semua lengkap, sayapun ke kasir untuk segera melakukan pembayaran. Dikasir, saya dibuat sedikit menunggu dengan alasan bahwa computer untuk scan harganya masih harus mengkopi data dari computer yang disebelahnya. Saya yang saat itu tidak sedang terburu-buru akhirnya menunggu. 5 menit kemudian, salah seorang pegawai Alfamart (Laki-laki) lainnya keluar dan menuju computer scan. Laki-laki itu bertanya ke pegawai pertama (perempuan) dan pegawai pertama yang tengah mengkopi data menyuruh Pegawai Laki-laki untuk menscan belanjaan saya, berhubung dibelakang saya pelanggan lain juga sedang menunggu. Akhirnya semua belanjaan saya discan, dan Pegawai Laki-laki tersebut mengatakan kalau total harga yang harus saya bayar yaitu RP 53.300. mendengarnya, jujur saja saya sedikit kaget. Dengan item yang tidak banyak itu, saya memperkirakan kalau belanjaan saya tidak akan lebih dari 50.000. akhirnya, sayapun mengeluarkan uang sejumlah 60.000. Pegawai laki-laki tersebut mengembalikan 6.300 tanpa menyertakan struk belanjaan saya. Melihat, dikantongan tidak ada struk sayapun meminta struk saya. Dan, betapa kagetnya saya, ternyata item belanjaan saya bertambah. Saya hanya membeli 2 bungkus roti namun yang terhitung 3 bungkus. Sayapun masuk dan menanyakan hal tersebut. Pegawai perempuan yang pertama tadi, meminta struk saya dan mengecek ulang. Pegawai laki-laki yang melayani saya tadi, mengatakan kalau dia tidak melakukan kesalahan. Namun, sayapun bersihkeras mengatakan kalau roti yang saya ambil Cuma 2. Pegawai perempuan itu memohon maaf dan menyuruh saya untuk mengambil roti 1 bungkus lagi. Disinilah emosi saya mulai sedikit naik. Sayapun mengatakan, “kalau saya sudah cukup membeli dua bungkus. Kenapa harus mengambil satu bungkus lagi. Yang satu bungkus lagi mau saya apakan?” Pelanggan lain yang kebetulan juga sedang berbelanja seakan melihat ke pegawai laki-laki seakan ingin bertanya apa yang terjadi. Pegawai perempuan itu akhirnya mengecek kembali data dikomputer mereka dan Akhirnya, mengembalikan uang saya namun tidak full seharga roti tersebut. Roti tersebut seharga Rp 8.300 namun yang dikembalikan hanya Rp 5.300. Jujur saja saya sedikit agak kecewa dengan solusi tersebut dan terlebih lagi sangat kecewa dengan Pegawai laki-laki tersebut yang bukannya meminta maaf malah mengumpat saya dengan menggunakan bahasa daerah Makassar. Meski tidak yakin betul dengan artinya, namun saya sangat yakin kalau Pegawai tersebut mengumpat saya. Karena pegawai perempuan yang memberikan solusi kepada saya, seakan berusaha kuat untuk mengalihkan perhatian saya dari Pegawai laki-laki tersebut.
Sesampai dirumah, sayapun kembali memperhatikan struk belanjaan saya. Dan betapa kagetnya saya (lagi), ternyata seharusnya kembalian saya (yang pertama sebelum protes) Rp 11.300 karena adanya potongan-potongan harga dari Alfamart terhadap item belanjaan saya. Pegawai laki-laki itu menipu saya dengan hanya mengembalikan uang saya Rp 6.300.  -_-

Kejadian diatas bukanlah yang pertama buat saya. Saya setidaknya sudah mengalami sekitar 5 kali “penipuan” kecil dari Alfamart baik itu Alfamart Takalar ataupun Makassar. Pernah juga sekali di Alfamart Makassar, saya dan kakak saya berbelanja hanya sebuah sabun cair refill dan sebuah handbody ukuran sedang, namun kami harus membayar lebih dari Rp 50.000. Sayangnya pada saat itu kami lupa mengambil struk belanjaan. Dan pada saat masuk lagi mengecek harga yang sebenarnya, seharusnya belanjaan kami tidak lebih dari Rp 35.000.

Saya menulis cerita ini sekedar ingin menyampaikan kepada teman-teman untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti pada saat berbelanja di swalayan khususnya Alfa. Terkadang, jika tidak memperhatikan dengan baik harga yang terpasang di rak akan berbeda dengan harga yang tercetak distruk. Ataupun, terkadang seperti yang saya alami, pegawai Alfa me-mark-up harga yang seharusnya kita bayar. Karena setahu saya, Alfa selalu memberikan beberapa diskon di beberapa item barangnya. Untuk itu, saya menyarankan kepada teman-teman untuk lebih teliti dan berusahalah untuk selalu menjadi pembeli cerdas serta jangan anggap remeh struk belanjaan Anda. ?

Selasa, 13 Agustus 2013

Ramadhan 2013



Libur ramadhan kali ini bisa dibilang sangat berbeda dengan libur lebaran beberapa tahun kemarin. Libur ramadhan kali ini tak sepenuhnya kuhabiskan dirumah. Beberapa nilai yang tertunda membuat minggu pertama Ramadhanku dihiasi dengan kesibukanku bolak-balik Makassar-Takalar. Tak setiap hari, hanya sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Meski demikian, cukup membuat seluruh tulangku serasa remuk. Menghabiskan 4 jam dijalan dalam sehari sungguh sangat melelahkan. Hehehe

Selain permasalahan kuliah, ramadhan kali ini juga berbeda karena berkumpulnya ponakan-ponakanku. 3 ponakan yang masih Balita sungguh sangat merepotkan. Setiap hari rumah hanya bertahan rapi selama 5 jam. Selebihnya akan menjadi kapal pecah. Dimana-mana berantakan –minus kamarku yang memang terlarang bagi anak kecil-. Selain berantakan, pasukan bodrex (panggilan buat sekumpulan bocah-bocah. hehehe) juga selalu membuat keributan. Ribut masalah makananlah, masalah minumanlah, atau bahkan masalah sepele yaitu berkelahi hanya karena perebutan pangkuan Ba’baku (Kakek mereka.). Hampir setiap hari aku (terpaksa) membentak hanya agar mereka diam. Dan hampir setiap hari pula aku mengkhawatirkan puasaku. Hahaha. Takut puasanya tidak diterima karena suka ngomel. Hehehehe

Di ramadhan ini pula, aku merayakan ulang tahunku dengan mengadakan buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat terdekat dan juga dengan anak Panti Asuhan An-Nur Rahmah. Buka puasa kali ini sedikit berbeda. Kedatangan pacar sepupuku Aan membuat seluruh keluarga rebut bukan main. Aku dan 4 orang saudara serta sepupuku tidak henti-hentinya membully Putri (Pacar Aan). Kedekatan kami dengan Aan membuat kami tidak sungkan mengerjai mereka berdua. Satu hiburan lucu melihat sepupuku kikuk ketika diwawancarai dengan Kakak serta Tante-tanteku. Hahaha.. 

Di akhir ramadhan ini, mungkin juga bisa dibilang sedikit special (?). Di jumat terakhir ramadhan, something happen to my Family especially my Father. Almost every people say that is shit day in this year, except me. Cause until now, I really don’t know what the “real happen”.  I always thinking Friday is a great and best day ever. Friday is a God day for me. But, that Friday really different. That Friday make me to think again about anything. That Friday Suddenly make my dreams broken. Really don’t know what should I do. I think I want give up but my heart say don’t. -_-


*bahkan keegoisanku, (mungkin) tak akan mampu membuat mimpi dan keinginanku tercapai. Jika saja ada setitik lubang cahaya, (mungkin) aku bisa mengubahnya.

Teruntuk diriku yang masih sangat awam, labil, dan mudah putus asa :
#kehilangan menandakan bahwa setumpuk kebahagiaan sedang dipersiapkan untuk kita. 
#Sesungguhnya kehilangan membuat kita semakin yakin bahwa semua ini bukan milik kita melainkan Milik-Nya.
#Teruslah berdoa, karena kebaikan selalu menyertai kita.
#Kondisi ini, kuharapkan mampu membuatku bangkit dan memperbaiki semuanya.
#(Insya ALLAH) Aku adalah salah satu bagian yang akan memperbaiki kondisi ini.
#Yakinlah diriku, (Insya ALLAH)  pasti ada jalan menuju Tanah Jawa. :D


p.s  : Bahasa Inggris saya sangat buruk. :P